Assalamualaikum...

Here's a beautiful story about one woman who devoted great love to Allah and Allah granted her the reward of no other woman on earth possess..

Her name is Maryam binti 'Imran. I wrote the following article for the Remembrance of AlQuds day (R.O.Q) and its obviously in Malay..do continue reading...


Marilah kita menyusuri kisah seorang wanita Bani Israel yang mendapat kemuliaan di sisi Allah. Wanita agung ini diberi nama Maryam binti ‘Imran.
LATAR BELAKANG
Ibunya bernama Hannah bt Faqud, salah seorang ahli ibadah yang zuhud pada zamannya, manakala ayahnya bernama ‘Imran b Basyim, seorang ahli pemuka Bani Israel. Suatu hari ketika Maryam belum dilahirkan, ibunya melihat seekor burung memberi makan kepada anaknya dengan paruhnya, lalu dia bernazar bahawa sekiranya Allah mengurniakan seorang anak kepadanya, dia akan menjadikan anaknya pelayan di Baitul Maqdis untuk mengabdi kepada agama Allah (seperti dalam Surah Ali ‘Imran, 3: 35). Pada zaman itu ramai orang berebut untuk menjadi pelayan di rumah suci itu.
Setelah Maryam dilahirkan dan di hibahkan kepada Baitul Maqdis, berlakulah perselisihan antara ahli ibadah akan siapa penjaga kepada bayi itu. Penyelesaiannya adalah dengan mengundi. Masing-masing ahli ibadah menyerahkan pena dan mengumpulkan pena-pena tersebut. Setelah itu, seorang anak kecik disuruh mengambil salah satunya. Akhirnya, pena Nabi Zakariyya yang dipilih sebanyak tiga kali. Untuk kali yang seterusnya, pena-pena tersebut diletakkan dalam air. Pena-pena selain Nabi Zakariyya hanyut, maka dengan yang demikian jelaslah bahawa Nabi Zakariyya yang berhak ke atas Maryam.
Yang demikian itu adalah sebahagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. [Ali ‘Imran, 3:44]
KELAHIRAN AJAIB
Suatu hari Maryam keluar berjalan menuju ke arah timur Masjid Aqsa kerana ada urusan penting. Dicatatkan bahawa Maryam hanya akan keluar dari masjid ketika haid dan juga untuk urusan penting. Tiba-tiba mejelma Jibrail sebagai manusia untuk mengkhabarkan kepada Maryam mengenai khabar gembira bahawa Allah akan memberikan seorang anak lelaki suci kepadanya. Kisah ini tercatat dalam AlQuran: [Maryam, 19:16-22]
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam AlQuran, iaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata “Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertaqwa.” Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak lelaki suci. Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak lelaki sedangkan seorang manusia pun tidak pernah menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang penzina.” Jibril berkata “Demikianlah, Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu dan agar Kami dapat menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu aalah suatu perkara yang sudah diutuskan.” Maka maryam mengandungnya, lalu ia menyendiri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
Orang pertama yang mengetahui hal kehamilan Maryam ialah Yusuf an-Najjar seorang ahli ibadah Bani Israel yang juga adalah saudara sepupu Maryam. Pada suatu hari Yusuf datang menemui Maryam dan bertanya
“Maryam mungkinkah ada tumbuhan tanpa benih?”
“ Ya ada. Siapakah yang menciptakan tumbuhan sebelumnya sebelum ada biji?” Maryam bertanya balik.
“Mungkinkah ada anak lahir tanpa sentuhan seorang lelaki?”
“Ya mengapa tidak. Allah menciptakan Adam tanpa lelaki dan perempuan sebelumnya”.
“Ceritakanlah kepadaku kisah yang menimpamu”
“Sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepadaku dengan lahirnya seorang anak bernama al-Masih, ‘Isa bin Maryam yang mulia di dunia dah akhirat, serta termasuk di antara hamba soleh yang dekat kepada Allah. Seorang yang mampu berbicara ketika masih bayi dan ketika masih berada dalam ayunan.”
Ibnu Katsir menyebutkan bahawa Maryma mengandung ‘Isa selama 9 bulan seperti wanita lain hamil. Ada yang mengatakan Maryam mengandung dalam beberapa jam sahaja. Wallahu ‘alam.
Ketika Maryam merasakan masa kelahiran segera tiba, Maryam pergi ke tempat yang jauh dan sepi hinggalah tiba di bawah sebuah pohon kurma yang tak berbuah. Membayangkan apa yang akan kaumnya tanggapi ketika dia melahirkan bayinya, Maryam berkata “Mengapa aku tidak mati saja sebelum ini, dan saya menjadi orang lupa dan dilupakan.”
Jibril datang dan menenangkan hatinya
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, nescaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang matang kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “ Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun hari ini.”
[Maryam, 19:24-26]
Dalam syari’at zaman itu, puasa tidak hanya kepada tidak makan dan tidak minum, tetapi juga tidak berbicara.
Seketika itu juga Allah menciptakan sungai di bawah kakinya dan menumbuhkan buah pada pohon kurma yang asalnya tidak berbuah.
Setelah Maryam melahirkan ‘Isa datanglah kaumnya menuduhnya yang bukan-bukan
Kaumnya berkata: “Wahai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat munkar. Wahai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzina.”
[Maryam, 19:27-28]
Maryam kemudian menunjuk kepada anaknya tanpa bersuara. Mereka berkata “Bagaimana kami berbicara dengan anak yang masih berada dalam gendongan?” Maka berkatalah anak dalam gendongan itu
‘Isa berkata: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku solat dan zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari meninggal dan pada hari aku dibangkitkan kembali.”
[Maryam, 19:30-33]
NABI ‘ISA DIANGKAT KE LANGIT
Bani Israel telah merencana untuk membunuh Nabi ‘Isa dan tatkala mereka menemui ‘Isa di suatu tempat, Allah telah menjadikan salah seorang muridnya menyerupai bentuknya dan Allah mengangkat ‘Isa ke langit dalam keadaan hidup.
Maryam mendengar anaknya telah dibunuh dari orang-orang Yahudi. Lalu Maryam pergi ke tempat yang anaknya tersalib dan mendapati anaknya telah tersalib tujuh hari sebelumnya. Dengan menyangka bahawa itu adalah anaknya, dia meminta orang menurunkannya untuk menguburkannya. Jibril datang kepadanya saat dia Maryam sedang berdiri dekat kuburan dan mengatakan bahawa Allah telah mengangkat anaknya ke langit dalam keadaan hidup. Lima tahun selepas peristiwa itu Maryam meinggal pada usia 53 tahun.
Ada hadith yang meriwayatkan bahawa Allah akan menikahkan Maryam binti ‘Imran denga Nabi Muhammad s.a.w. di syurga kelak.
Rasulullah bersabda “Sesungguhnya Allah kelak akan menikahkan aku di syurga dengan Maryam binti ‘Imran, isteri Firaun dan dengan saudara perempuan Musa.”
[Hadith riwayat Imam Thabrani]
Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w datang menemui Khadijah, saat sakit yang menyebabkannya meninggal, beliau bersabda “Khadijah jika kamu berjumpa dengan madu-madumu (para isteri nabi) nanti, sampaikan salam dariku.”
Khadijah menjawab “Rasulullah, bukankah sebelumku engkau tidak menikah?”
Rasulullah bersada “Tidak. Tetapi Allah kelak akan menikahkanku dengan Maryam binti ‘Imran, Asiya binti Firaun, dan Kultsum saudara perempuan Nabi Musa.”
Wallahu a’lam.....

A miracle indeed..Anything is possible if Allah wishes..kun fa yakuun~

Assalamualaikum...

Suddenly today I began reading other people's blog..Usually I wouldn't bother reading them..but today somehow dapat ilham from Allah to just keep on reading..and alhamdulillah I read about 5 blogs!

I like reading about other people's 'transformations'. How they were before and how they are now so very different from their usual self. Everything is all the workings of Allah. Subhanallah...How He could easily give hidayah to anyone He chooses..and what a blessing for those chosen ones! Ya Allah place me with those that You bless..Ya Rahman..Ya Raheem..

Its true how they say that when you have something so valuable, don't let it go...Try your best to run after it..never never let it go..as it may not come again...

Goes the same with Allah's hidayah..everytime the hidayah comes knocking on your 'door', dont let it go to waste..

I am still in the process of knowing this beautiful religion. Sometimes I envy those who have no basics at all about Islam and with Allah's will, they recieve this sinar Iman..starting from zero sometimes makes you hold stronger to the thing that you did not get before..

I feel like its harder for those who know alot but seldom do practice the knowledge that they know. Ada apa dengan ilmu kalo tak diamalkan?? Its not that I'm not grateful..for being brought up in a good islamic environment and going to Islamic schools..It's just that sometimes I feel that what's the point of knowing all these things about Islam but don't practice it? Like what Ummi likes to say tak ada penghayatan agama. Benar.
Penghayatan agama comes with knowledge. But with knowledge itself won't do. Need to really selami what you learn..

Learning with the a different kaca mata could really change you 360 degrees! You could see clearly your pathway..why do you learn these stuff...what to take out of what you learn..how do you relate it to the dakwah your holding to...

But sometimes when you're too busy with assignments and stuff..you forget. Just forget. Forgot that those things are just 'side dishes'..They're not your main dish...I keep on forgetting..What have I done?

I pray that the feeling of downess is a booster to wake me up..Wake up Iffah!! Don't let this duniya decieve you..

Living overseas sometimes make you adapt to their culture..I don't want to be like them..too much concentrating on what to wear..and sometimes forgetting why you actually wear what you wear..we should always refresh our soul..refresh our niat..Ya Allah..I am wearing this hijab to cover my aurat..not because it makes me look beautiful or anything..

I'm hoping that reflecting back these teeny tiny things would wake me up. InsyaAllah..

We are here to work..work as hard as we can..for the hereafter is the eternal rest...

Till we blog again..

Assalamualaikum

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh....

Ramadhan is getting nearer and nearer. I never did notice that time would fly that fast. It felt like as if it was just yesterday the beginning of Rejab..then came Sha'aban..and now we're just less than two weeks before Ramadhan! MasyaAllah Iffah!! Have you not notice that the most rewarding month is coming??!! Wake up Iffah!!

This feeling of homesick is getting onto me...Oh how syok Ramadhan was in Malaysia...in KMS...in Bangi...the one thing that drives my emotion now is the feeling of being so close with our Creator..Remember the times when we would sleep in Allah's House? And everyone coming there only wants to fully i'tiqaf in the masjid...Nothing else in mind...Just HIM...

Well..anyway..I'm truly grateful the akak2 here planned for the 'Month of Good Doings'..yup yup yup...the programme is just as the name suggests..its basically for the whole August..I bet the objective of it was to give us some warm-ups before Ramadhan :)

Then the truth reveals itself...jeng jeng jeng..I've just recently started to take note of the list of things I should be doing daily..weekly..monthly...and..then I only realize that I really need self-improving!!

Well..for your information..I'm not that kind of organized person...i describe myself as flexible..having a flexible timetable..which could be good in some ways..but most of the time not so good...sob sob..

So we all had this cute little cards having boxes to tick...and every night before going to bed, I would spare some time doing some memory exercises to see what have I done today...like the song 'What Did I Do Today?' by Dawud Wharnsby Ali..

It turns out to be that it really is hard to maintain akhlaq mulia..not as easy as it seems...practically speaking that is..

Throughout the first 5 days, I've only managed to tick once the box of 'not saying impolite words' such as gile, dowh, poyo etc...Somehow gila seems to be the most exaggerating word one would use nowadays..especially muah...isy isy isy

Oh yeah..another one..mengumpat..how hard is it to abandon this mostly-girls-related act? There always will be times when we'll talk about lecturers..imitate the way they talk...complaining about people in our classes and etc..Sometimes even saying bad things in front of their faces..mentang2lah dorang tak paham..Astaghfirullah...To my surprise, I've met a lot of New Zealanders who could speak and UNDERSTAND Malay! If we were to know that these people could actually understand if we were talking about them, wouldnt we be ashamed of ourselves? What sort of manner is that as muslims? We should be more ashamed with ourselves for Allah knows bits and pieces of our hearts...

Here are some of the lists that we should check daily to make sure that our iman is strengthened:

  • Give salam to friends and muslim neighbours upon meeting (the neighbour part doesn't work for me as I have a Denmark n German neighbour..)
  • Smile with sincerity to pals n neighbours (now this..I can do!)
  • Ziarah to friends' room
  • Give useful piece of advice
  • No mengumpat
  • Not saying impolite words (as mentioned before)
  • Helping those in trouble
  • Treating visitors to your room nicely
  • Make doa for friends n family
  • Istighfar and forgive everyone before going to bed...

And the list continues....


You know how they that say that akhlaq mencerminkan peribadi ? true. true.

So the ayat for today :

"Whatever is in the heavens and whatever is on the earth exalts Allah and He is the Exalted in Might, the Wise. O you who have believed! Why do you say what you do no do? Great is hatred in the sight of Allah that you say what you do not do." (As-Saff 61:1-3)

InsyaAllah let's do our best to walk our talk..Ameen

Friends~

About this blog

People say sharing is caring.That's what this blog is about.

The journey of a thousand mile starts with a single step.This blog is one of the steps, InsyaAllah